Banyak Gaya Satu Jaya

"Banyak Gaya Satu Jaya"

Ini "kemahku"!
Jangan paksakan aku hidup dalam "istanamu"
Ini daerahku, ini kawasanku, ini hakku,
ini tanggung jawabku, ini taringku, ini kesenanganku,
Ini hatiku, ini pikiranku, ini tangisku, ini sukaku...

Saya berdiri namun sebenarnya saya duduk
Saya berbicara namun sebenarnya saya diam
Saya mengajar namun sesungguhnya saya belajar
Saya memimpin namun saya mengikuti
Saya melayani namun saya dilayani
Ini terjadi di kemahku...

Jikalau saya di istanamu maka yang terjadi sebaliknya
Saya berdiri, tak sopan
Saya berbicara, tak santun
Saya mengajar, tak level
Saya memimpin, tak layak
Saya melayani, tak etis

Saya berdoa biarlah Tuhan memperluas kemahku
Bukan memberiku istana...nanti keenakkan

Seperti seorang bidan desa yang terganggu
waktu tidurnya tengah malam karena ada panggilan
untuk datang Menolong ibu yang mau melahirkan
Dan tim pemadam kebakaran yang selalu siap siaga
Jika ada bahaya kebakaran

Jika kau memberiku pilihan antara menjadi
"Pengajar" atau "Pelayan"
Saya memilih "Pelayan" yang melayani bukan pada
Waktu jam mengajar saja, bahkan HP pun seharusnya
tak boleh padam karena Terlalu banyak pergumulan
yang harus kubawa dalam doa, 

So....jika HPmu padam pada waktu istirahat
Itu memang Pantas dan etis bagimu
Namun...bagi saya... Tidak! Bahkan 24 jam sekali pun
HPku harus ON... Karena HP bisa saja berdering
Tengah malam sekalipun ketika jemaat membutuhkannya!
Saya tahu resikonya "apa kata mereka"
Namun saya tak peduli karena ini kemahku
Pikirkan saja apa kata Tuhan untukmu
(dengarkan kata hatimu)!
Daripada kau menyesal kalau telepon yang berdering
Tadi malam adalah ungkapan kata tolong dan maaf terakhir
dari jemaatmu ketika diminta untuk didoakan...
Sebelum menutup mata..

Wan... Melayani tuu banyak cara...
Gaya melayani jalan masing2...
Resiko dan upah pun masing2
Namun...untuk kejayaan dan hormat satu saja
Yaitu untuk nama Tuhan Yesus
😔 
By.DY

Komentar