Masa Penantian Hari ke-3 "Berjalanlah Terus" (Kisah Para Rasul 1:1-12)
Sore ini, Ria dan Rio mengantar bapaknya yang akan berangkat ke kota. Seperti biasa, ketika bapaknya hendak ke kota, Ria dan Rio sering meminta bapakanya membawakan oleh2. Bapak berpesan kepada Rio dan Ria untuk menunggu di rumah sampai paket pengiriman tiba karena sebentar lagi paket akan sampai di rumah.
Sambil melambaikan tangan kepada bapaknya yang sudah jauh pergi, Rio dan Ria pun kembali dengan senang bercampur harap cemas dan bertanya dalam hatinya kapan paketnya tiba? Apa isi paket itu? Mereka tak sabar ingin cepat pulang ke rumah.
Sewaktu dalam pulang ke rumah, Rio melihat ada teman-temannya sedang bermain di tanah lapang. Rio mengajak Ria untuk bermain dengan teman-temannya.
"Ria, lihat sana, asiknya teman-teman bermain, ayo kita main bersama mereka?" Kata Rio.
Namun, Ria kembali mengingatkan saudaranya Rio karena sebentar lagi paket untuk mereka berdua akan tiba.
Namun, Rio berkata "ah, tidak apa Ria,,pasti paketnya sampai ke kita, kan dari ayah walaupun kita tak di rumah namun ayah mengenal kita", Ria pun menjawab "iya benar dari ayah, namun ayah sudah berkata kita menunggu di rumah bukan disini, ayo jalan".
Masa Penantian hari ke-3
Kisah Para Rasul 1:1-12
Setalah murid-murid menyaksikan Tuhan Yesus naik ke Surga di Bukit Zaitun mereka kembali ke Yerusalem.
Pesan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya yang akan menerima Baptisan Roh Kudus sudah sangat jelas yakni harus berada/tinggal/diam di Yerusalem (lih Lukas 24:49) dan ditegaskan lagi dalam Kisah Para Rasul 1:5.
Taat pada perintahNya dan peka terhadap pesanNya akan membawa kita menerima janji-janji berkatNya. Dimulai dari mendengar dengan saksama, simpan dan klaim itu baik dalam hati kita yang tentunya dipimpin oleh rohNya. Kamu harus TINGGAL di Yerusalem.
Si Penggoda/Iblis memakai caranya untuk mengagalkan rencana Tuhan ketika kita sedang dalam perjalanan pulang kembali ke Yerusalem.
Menurut saya, ada saja keragu-raguan atau bahkan Iblis memanipulasi pikiran kita bahwa kita ini muridNya mengapa harus di Yerusalem, Tuhan kan berkuasa bisa saja di tempat lain bahkan disini pun bisa. Semua ini cara Iblis memutar balikkan kebenaran dengan memakai otoritasnya Tuhan agar mengelabui kita.
Ingat kata Tuhan, TINGGAL di Yerusalem.
Kadang juga, godaan begitu besar yang dapat membuat kita terlambat tiba di Yerusalem yang harusnya sepekan (lihat ayat 12) namun kelewatan karena terkuras waktu, tenaga, uang kepada berkat dunia yang habis lenyap. Kita tergoda dengan "berkat siap saji" dan menyepelekan berkat kekal.
Apalagi sosok/figur (Tuhan Yesus telah naik ke surga) yang dapat menolong kita, merangkul kita, menasehati kita, pemimpin kita, pendamping kita tidak lagi bersama dengan kita. Jangan sampai kita membuat aturan sendiri, keputusan sendiri, atau ragu karena kehilangan sosok yang selama ini kita kagumi.
Kadang kita capek untuk berjalan, pasrah dan tidak semangat jalani hidup. Padahal berkat itu sudah di depan mata kita cuma karena merasa putus asa maka berkat rohani tertunda. Jangan kita marah dan iri ketika melihat teman kita bisa berkarya hebat, berbicara hebat dan bertindak hebat.
Ingat.. berjalan saja menuju Yerusalem. Teruslah jalan.
Waktu kita berjalan hanya 7 hari, sekarang sudah 3 hari kita berjalan dari Bukit Zaitun ke Yerusalem. Sedikit lagi kita kita sampai di Yerusalem. Tetaplah fokus pada target karena alamatnya sudah jelas Yerusalem, tidak tempat lain.
Disini juga sangat dibutuhkan kerja tim untuk saling menguatkan dan mendoakan agar tiba di Yerusalem.
Kesimpulan
Akan semakin jelas iman dan pengharapan kita akan berkat Tuhan ketika kita berada dalam tim (tidak sendiri) yang setia mendoakan, mengarahkan pada target yang ingin dicapai serta tak bosan-bosannya memberi semangat pada kita untuk bersama-sama meraih berkatNya. Ibrani 10:24-25
TUHAN Yesus memberkati.
Komentar
Posting Komentar